Background
← Kembali ke Blog

Cara Kerja Rem Hidrolik Sepeda Motor dan Komponen Pentingnya yang Perlu Diketahui

DIPUBLIKASIKAN:
ESTIMASI BACA:5 Menit
Cara Kerja Rem Hidrolik Sepeda Motor dan Komponen Pentingnya yang Perlu Diketahui

Rem hidrolik motor terasa pakem, tapi tahukah Anda cara kerjanya? Kenali cara kerja rem hidrolik sepeda motor, komponen, dan cara merawatnya.

Rem menjadi salah satu sistem terpenting pada sepeda motor karena berfungsi mengurangi kecepatan hingga menghentikan laju kendaraan. Salah satu sistem yang banyak digunakan pada motor modern adalah rem hidrolik. Secara sederhana, cara kerja rem hidrolik sepeda motor memanfaatkan tekanan cairan untuk meneruskan gaya dari tuas rem menuju kaliper hingga kampas menekan cakram.

Sistem ini membuat pengendara tidak perlu memberikan tenaga besar pada tuas untuk menghasilkan pengereman yang efektif. Namun, cara kerja tersebut melibatkan beberapa komponen yang harus bekerja dengan baik. Mari kenali prinsip, komponen, hingga cara merawatnya agar sistem pengereman tetap optimal.

Baca juga: TANDA KAMPAS REM MOTOR HABIS: PENYEBAB, DAMPAK, CARA CEK DAN WAKTU MENGGANTINYA

Mengenal Sistem Rem Hidrolik pada Sepeda Motor

Rem hidrolik adalah sistem pengereman yang menggunakan cairan atau minyak rem sebagai media untuk meneruskan tekanan. Saat tuas rem ditekan, gaya tersebut diubah menjadi tekanan hidrolik oleh master cylinder. Tekanan kemudian diteruskan melalui selang menuju kaliper.

Di dalam kaliper terdapat piston yang bergerak akibat tekanan cairan. Gerakan tersebut mendorong kampas rem hingga menjepit cakram yang sedang berputar bersama roda. Gesekan antara kampas dan cakram kemudian memperlambat putaran roda.

Perlu diketahui, tidak semua sepeda motor menggunakan rem hidrolik pada seluruh roda. Beberapa motor dapat memiliki kombinasi rem cakram hidrolik di satu roda dan sistem rem tromol atau mekanis di roda lainnya, tergantung desain dan spesifikasi kendaraan.

Komponen-Komponen Rem Hidrolik Beserta Fungsinya

Agar memahami sistem ini dengan mudah, Anda bisa melihat rem hidrolik sebagai rangkaian komponen yang bekerja dari tuas sampai roda.

  • Tuas rem: bagian yang ditekan pengendara untuk memulai proses pengereman.

  • Master cylinder: mengubah gerakan tuas menjadi tekanan pada minyak rem.

  • Reservoir minyak rem: tempat penyimpanan minyak rem sekaligus menjaga ketersediaan cairan dalam sistem.

  • Minyak rem: media yang meneruskan tekanan hidrolik dari master cylinder menuju kaliper.

  • Selang rem: jalur yang membawa minyak rem bertekanan menuju kaliper.

  • Kaliper: rumah piston dan kampas yang menghasilkan gaya jepit pada cakram.

  • Piston kaliper: bergerak ketika menerima tekanan minyak rem dan mendorong kampas.

  • Kampas rem: menghasilkan gesekan terhadap cakram untuk memperlambat putaran roda.

  • Cakram rem: piringan yang berputar mengikuti roda dan menjadi permukaan gesekan kampas.

Setiap komponen memiliki fungsi berbeda, tetapi semuanya saling berkaitan. Kerusakan pada satu bagian saja dapat memengaruhi performa sistem pengereman secara keseluruhan.

Cara Kerja Rem Hidrolik Sepeda Motor dari Tuas hingga Berhenti

Lantas, bagaimana tekanan dari tangan pengendara bisa membuat roda berhenti? Berikut alur sederhananya.

1. Tuas Rem Ditekan

Ketika Anda menarik tuas rem, gerakan tersebut memberikan gaya pada piston di dalam master cylinder. Semakin terkontrol tekanan pada tuas, semakin mudah pengendara mengatur respons pengereman.

2. Master Cylinder Menghasilkan Tekanan

Piston master cylinder bergerak dan menekan minyak rem di dalam ruang hidrolik. Karena cairan relatif sulit dimampatkan, tekanan tersebut dapat diteruskan melalui jalur sistem.

3. Tekanan Mengalir melalui Selang Rem

Tekanan dari master cylinder diteruskan melalui minyak rem yang berada di dalam selang. Selang harus berada dalam kondisi baik karena kebocoran atau kerusakan dapat mengganggu kemampuan sistem dalam meneruskan tekanan.

4. Piston Kaliper Bergerak

Tekanan minyak rem sampai ke kaliper dan mendorong piston. Piston kemudian memberikan gaya pada kampas rem.

5. Kampas Rem Menekan Cakram

Kampas rem terdorong ke permukaan cakram yang berputar bersama roda. Gesekan antara kedua komponen tersebut mengurangi energi putaran roda sehingga kecepatannya turun.

6. Roda Melambat atau Berhenti

Ketika gaya pengereman cukup besar, putaran roda terus berkurang hingga sepeda motor melambat atau berhenti. Saat tuas dilepas, tekanan hidrolik berkurang dan komponen pengereman kembali ke posisi semula.

Secara ringkas, alurnya adalah tuas rem → master cylinder → minyak rem → selang → kaliper → piston → kampas → cakram → roda melambat.

Prinsip Kerja Rem Hidrolik

Prinsip kerja rem hidrolik berkaitan dengan konsep tekanan pada fluida dalam ruang tertutup. Tekanan yang diberikan pada cairan akan diteruskan melalui sistem sehingga dapat menggerakkan piston di bagian lain.

Pada sepeda motor, prinsip tersebut membuat gaya dari tuas dapat diteruskan dari master cylinder menuju kaliper secara efektif. Karena itu, pengendara dapat memperoleh gaya pengereman yang cukup besar dengan gerakan tuas yang relatif ringan.

Meski begitu, respons rem tidak hanya bergantung pada tekanan hidrolik. Kondisi kampas, cakram, kaliper, selang, dan minyak rem juga sangat menentukan hasil pengereman.

Kelebihan Rem Hidrolik Dibandingkan Sistem Mekanis

Salah satu alasan rem hidrolik banyak digunakan adalah kemampuannya memberikan respons pengereman yang konsisten ketika seluruh komponennya dalam kondisi baik.

Beberapa kelebihannya antara lain:

  • Tekanan dapat diteruskan melalui cairan dengan efektif.

  • Tuas rem relatif ringan saat dioperasikan.

  • Respons pengereman dapat terasa lebih cepat dan konsisten.

  • Distribusi gaya pengereman pada kaliper dapat bekerja dengan baik.

  • Tidak bergantung pada kabel mekanis untuk meneruskan gaya ke kaliper.

Namun, bukan berarti rem hidrolik bebas perawatan. Minyak rem, selang, kampas, cakram, dan kaliper tetap perlu diperiksa secara berkala.

Baca juga: CARA MENGATASI REM BLONG PADA MOTOR MATIC SAAT DARURAT AGAR TETAP AMAN

Tanda Rem Hidrolik Sepeda Motor Mulai Bermasalah

Gangguan pada sistem rem sebaiknya tidak dianggap sepele. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Tuas rem terasa terlalu dalam atau lembek.

  • Rem terasa kurang pakem dibandingkan biasanya.

  • Minyak rem berkurang atau terlihat bocor.

  • Terdapat suara atau getaran yang tidak biasa saat pengereman.

  • Roda terasa tertahan meskipun tuas sudah dilepas.

  • Kampas rem terlihat sudah tipis.

Tuas yang terasa lembek juga dapat berkaitan dengan adanya udara di dalam sistem. Udara dapat membuat tekanan tidak tersalurkan secara optimal. Dalam kondisi tertentu, sistem perlu dilakukan bleeding rem oleh teknisi agar udara dapat dikeluarkan.

Pastikan Rem Motor Siap di Setiap Perjalanan

Memahami cara kerja rem hidrolik sepeda motor membantu Anda mengetahui mengapa setiap komponen pengereman perlu dirawat dengan baik. Jika tuas mulai terasa lembek, rem kurang pakem, atau muncul kebocoran minyak rem, Anda bisa mempercayakan pemeriksaan dan servis rem motor di TJM Motozone agar sistem pengereman kembali bekerja optimal.

Dengan Paket Pengereman, pemeriksaan mencakup pengurasan minyak rem, bleeding rem depan dan belakang, hingga penyetelan rem. Booking servis rem motor sekarang lalu kunjungi bengkel TJM Motozone di Harapan Indah Bekasi untuk mendapatkan penanganan dari teknisi berpengalaman.

Langkah Selanjutnya

Butuh Penanganan yang Lebih Presisi?

Kalau keluhan motor Anda mirip dengan yang dibahas di artikel ini, lanjutkan dengan pengecekan langsung agar sumber masalahnya lebih jelas dan penanganannya tidak coba-coba.

MOTOZONE

© TJM Motozone Editorial Team