Background
← Kembali ke Blog

9 Komponen Rem Tromol Sepeda Motor Beserta Fungsi dan Cara Kerjanya

DIPUBLIKASIKAN:
ESTIMASI BACA:10 Menit
9 Komponen Rem Tromol Sepeda Motor Beserta Fungsi dan Cara Kerjanya

Berikut 9 komponen rem tromol sepeda motor beserta fungsi dan cara kerja setiap bagiannya. Simak juga cara merawat dan mengenali kerusakan agar rem tetap pakem dan aman untuk digunakan.

Komponen rem tromol sepeda motor terdiri dari tromol rem, kampas rem, sepatu rem, nok rem, pegas pengembali, tuas rem, mekanisme penghubung, serta panel atau dudukan rem. Setiap bagian memiliki fungsi berbeda, tetapi saling bekerja sama untuk memperlambat putaran roda melalui gesekan antara kampas rem dan permukaan bagian dalam tromol.

Rem tromol masih digunakan pada sejumlah sepeda motor, terutama sebagai sistem pengereman roda belakang. Agar rem tetap pakem dan aman digunakan, Anda perlu memahami fungsi masing-masing komponen, cara kerjanya, serta tanda-tanda ketika ada bagian yang perlu diperiksa atau diganti.

Baca juga: CARA GANTI MINYAK REM MOTOR YANG BENAR, MUDAH, DAN AMAN

Pengertian dan Karakteristik Rem Tromol Sepeda Motor

Rem tromol adalah sistem pengereman yang bekerja dengan menekan kampas rem ke permukaan bagian dalam tromol untuk menghasilkan gaya gesek. Gesekan tersebut menghambat putaran roda sehingga kecepatan motor berkurang dan kendaraan dapat berhenti.

Pada umumnya, rem tromol mekanis menggunakan sepasang sepatu rem yang mengembang ketika pengendara menekan pedal atau menarik tuas rem. Sepatu rem tersebut membawa kampas rem agar bersentuhan dengan tromol yang berputar bersama roda.

Salah satu alasan rem tromol masih digunakan adalah konstruksinya relatif sederhana dan komponen mekanisnya mudah dirawat. Namun, performanya tetap bergantung pada kondisi kampas, tromol, pegas, dan mekanisme penggeraknya.

Berbeda dari rem cakram yang menggunakan kampas untuk menjepit piringan, rem tromol menghasilkan gesekan pada permukaan bagian dalam tromol. Keduanya memiliki prinsip dasar yang sama, yaitu memanfaatkan gesekan untuk memperlambat roda, tetapi konstruksi dan mekanisme kerjanya berbeda.

Mengenal Komponen-Komponen Rem Tromol Sepeda Motor

W800 drum brake
9 Komponen Rem Tromol Sepeda Motor Beserta Fungsi dan Cara Kerjanya

Drum brake Kawasaki W800 - Centovalli, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

Setiap komponen rem tromol memiliki peran tersendiri, mulai dari meneruskan gerakan pengendara hingga menghasilkan gesekan dan mengembalikan mekanisme rem ke posisi awal. Berikut bagian-bagian utama yang umum ditemukan pada rem tromol mekanis sepeda motor.

1. Tromol Rem (Brake Drum)

Tromol rem adalah bagian berbentuk silinder yang memiliki permukaan gesek di sisi dalam. Komponen ini umumnya menyatu dengan rumah roda atau menjadi bagian dari susunan roda belakang, bergantung pada desain motor.

Fungsi tromol adalah menjadi bidang kontak bagi kampas rem ketika pengereman berlangsung. Saat kampas menekan permukaan bagian dalamnya, gesekan akan memperlambat putaran tromol dan roda.

Karena menerima gesekan serta panas secara berulang, permukaan tromol perlu dijaga agar tidak mengalami keausan berlebihan, goresan dalam, atau perubahan bentuk. Tromol yang sudah melewati batas keausan sesuai spesifikasi pabrikan perlu ditangani oleh teknisi.

2. Kampas Rem (Brake Lining)

Kampas rem merupakan material gesek yang menempel pada sepatu rem. Bagian inilah yang bersentuhan langsung dengan permukaan dalam tromol untuk menghasilkan gaya pengereman.

Kampas dibuat dari material khusus yang mampu menahan gesekan dan panas. Namun, pemakaian terus-menerus dapat membuat ketebalannya berkurang sehingga kemampuan pengereman ikut menurun.

Jika kampas sudah aus, rem bisa terasa kurang pakem atau memerlukan tekanan lebih besar untuk memperlambat motor. Meski begitu, gejala tersebut juga dapat disebabkan oleh masalah lain, sehingga pemeriksaan tetap diperlukan sebelum menentukan komponen yang harus diganti.

3. Sepatu Rem (Brake Shoe)

Sepatu rem adalah dudukan berbentuk melengkung yang menopang kampas rem. Pada rem tromol mekanis yang umum digunakan pada sepeda motor, terdapat dua sepatu rem yang bergerak menjauhi satu sama lain ketika rem dioperasikan.

Ketika nok rem mendorong sepatu, kampas yang menempel padanya akan menekan permukaan dalam tromol. Dengan demikian, sepatu rem berfungsi meneruskan gaya mekanis agar kampas dapat menghasilkan gesekan.

Sepatu rem juga perlu diperiksa jika terdapat perubahan bentuk, korosi, atau dudukan kampas yang tidak lagi baik. Penggantian kampas dan sepatu rem harus mengikuti kondisi komponen serta rekomendasi pabrikan, bukan semata-mata berdasarkan jarak tempuh.

4. Nok Rem (Brake Cam)

Nok rem adalah komponen berbentuk poros dengan bagian ujung yang dirancang untuk mendorong sepatu rem. Komponen ini bekerja dengan mengubah gerakan putar menjadi gerakan yang membuka sepatu rem ke arah tromol.

Ketika tuas penggerak memutar nok, bagian nok akan menekan sepatu rem sehingga kampas bergerak mendekati permukaan tromol. Saat rem dilepas, nok kembali ke posisi yang memungkinkan sepatu rem menjauh dari tromol.

Nok yang kotor, aus, atau bergerak tidak lancar dapat mengganggu respons pengereman. Karena itu, pemeriksaan nok perlu dilakukan ketika mekanisme rem terasa seret atau tidak kembali dengan normal.

5. Pegas Pengembali (Return Spring)

Pegas pengembali biasanya menghubungkan kedua sepatu rem dan berfungsi menariknya kembali ke posisi semula setelah pengereman selesai.

Sebagai contoh, ketika Anda menekan pedal rem, sepatu rem bergerak keluar dan kampas menyentuh tromol. Setelah pedal dilepas, pegas membantu menarik sepatu agar kampas tidak terus bergesekan dengan tromol.

Jika pegas melemah, berubah bentuk, atau putus, sepatu rem mungkin tidak kembali dengan sempurna. Akibatnya, roda dapat terasa tertahan atau komponen rem mengalami gesekan berlebih meskipun rem tidak sedang digunakan.

6. Tuas atau Pedal Rem

Tuas atau pedal rem merupakan bagian yang digunakan pengendara untuk mengaktifkan sistem pengereman. Bentuk dan cara pengoperasiannya bergantung pada jenis motor serta desain sistem rem yang digunakan.

Pada motor bebek, pengereman roda belakang umumnya dioperasikan menggunakan pedal kaki. Sementara itu, pada sejumlah motor matik, rem belakang dioperasikan dengan tuas tangan.

Gerakan dari tuas atau pedal diteruskan melalui mekanisme penghubung menuju tuas penggerak nok rem. Jika tuas terasa terlalu dalam, terlalu berat, atau tidak kembali dengan baik, kondisi mekanisme penggerak dan komponen lainnya perlu diperiksa.

7. Batang Penghubung atau Kabel Rem

Batang penghubung atau kabel rem berfungsi meneruskan gerakan dari pedal atau tuas menuju mekanisme penggerak rem. Bentuknya bergantung pada konstruksi sepeda motor.

Pada rem tromol belakang yang menggunakan pedal kaki, gerakan biasanya diteruskan melalui batang logam. Pada desain tertentu, kabel dapat digunakan untuk menghubungkan tuas dengan mekanisme rem.

Batang atau kabel yang bengkok, aus, berkarat, atau mengalami gangguan gerak dapat membuat respons rem tidak optimal. Oleh karena itu, bagian ini perlu diperiksa jika rem terasa berat atau gerakannya tidak konsisten.

8. Tuas Penggerak Nok (Brake Cam Lever)

Tuas penggerak nok adalah bagian yang terhubung dengan poros nok rem. Fungsinya mengubah tarikan atau dorongan dari mekanisme penghubung menjadi gerakan putar pada nok.

Saat pengendara menekan pedal, batang penghubung akan menggerakkan tuas tersebut. Nok kemudian berputar dan mendorong sepatu rem hingga kampas bersentuhan dengan tromol.

Tuas penggerak nok berbeda dari tuas atau pedal yang dioperasikan pengendara. Keduanya saling terhubung, tetapi memiliki posisi dan peran berbeda dalam sistem pengereman.

9. Panel atau Dudukan Rem (Backing Plate)

Panel rem atau backing plate merupakan pelat yang menjadi dudukan bagi sejumlah komponen rem tromol. Bagian ini menopang sepatu rem, poros nok, serta komponen pendukung lain sesuai desain kendaraan.

Panel rem membantu menjaga posisi komponen agar tetap sesuai dan memungkinkan mekanisme bergerak sebagaimana mestinya. Pada sebagian motor, panel ini juga menjadi bagian dari susunan rumah rem yang dipasang pada roda.

Jika panel mengalami kerusakan, perubahan bentuk, atau korosi yang mengganggu dudukan komponen, kinerja pengereman dapat terpengaruh. Pemeriksaan perlu dilakukan untuk memastikan seluruh bagian terpasang dengan benar.

Perlu diketahui bahwa nama, bentuk, dan jumlah komponen dapat berbeda sesuai model motor. Daftar di atas berfokus pada rem tromol mekanis yang umum digunakan pada sepeda motor. Sistem rem tromol dengan mekanisme hidrolik memiliki susunan berbeda dan dapat menggunakan komponen seperti silinder roda serta piston.

Memahami Cara Kerja Rem Tromol Sepeda Motor

Cara kerja rem tromol melibatkan beberapa komponen yang bekerja secara berurutan. Mulai dari gerakan pengendara hingga gesekan kampas dengan tromol, setiap tahap berperan dalam memperlambat roda.

Berikut alur kerjanya:

  1. Pengendara menekan tuas atau pedal rem. Gerakan ini menjadi awal proses pengereman.

  2. Mekanisme penghubung meneruskan gerakan. Batang atau kabel rem menggerakkan tuas penggerak nok sesuai desain motor.

  3. Nok rem mendorong sepatu rem. Gerakan putar nok membuat kedua sepatu rem bergerak ke arah luar.

  4. Kampas menekan permukaan dalam tromol. Gesekan antara kampas dan tromol menghasilkan gaya yang memperlambat putaran roda.

  5. Motor melambat sesuai gaya pengereman. Semakin besar gaya pengereman yang diterapkan dalam batas kerja sistem, semakin besar pula perlambatan yang dihasilkan.

  6. Pengendara melepaskan tuas atau pedal. Nok tidak lagi mendorong sepatu rem seperti saat pengereman berlangsung.

  7. Pegas pengembali menarik sepatu rem. Kampas menjauh dari permukaan tromol sehingga roda dapat berputar kembali dengan bebas.

Urutan tersebut menjelaskan mekanisme umum rem tromol mekanis. Detail konstruksi dan gerakan masing-masing komponen bisa berbeda pada setiap model sepeda motor.

Cara Merawat Rem Tromol Sepeda Motor dengan Mudah

Perawatan rem tromol bertujuan menjaga komponen tetap bersih, bergerak lancar, dan mampu menghasilkan gaya pengereman yang baik. Anda dapat melakukan pemeriksaan awal secara berkala, sedangkan pekerjaan yang membutuhkan pembongkaran sebaiknya diserahkan kepada teknisi jika tidak memiliki peralatan dan keterampilan yang memadai.

Berikut beberapa langkah perawatan yang bisa dilakukan:

  1. Periksa respons rem secara berkala. Pastikan tuas atau pedal terasa normal dan rem mampu memperlambat motor dengan baik.

  2. Perhatikan kondisi kampas dan tromol. Ketebalan kampas, permukaan tromol, serta tanda keausan perlu diperiksa sesuai jadwal perawatan pabrikan.

  3. Jaga kebersihan komponen. Debu dan kotoran dapat menumpuk di dalam rumah rem. Pembersihan sebaiknya mengikuti prosedur yang tepat karena debu rem tidak dianjurkan untuk dihirup.

  4. Periksa mekanisme penggerak. Pastikan batang atau kabel, tuas penggerak, nok, dan pegas tidak mengalami kerusakan atau gangguan gerak.

  5. Lakukan penyetelan sesuai spesifikasi. Jarak main tuas atau pedal harus mengikuti petunjuk pabrikan agar rem tidak terlalu longgar maupun terus menahan roda.

  6. Gunakan komponen pengganti yang sesuai. Kampas, pegas, dan komponen lain harus sesuai dengan tipe motor serta spesifikasi sistem pengeremannya.

Hal yang tidak kalah penting, jangan mengoleskan oli atau pelumas pada kampas rem maupun permukaan bagian dalam tromol. Kontaminasi pada bidang gesek dapat mengurangi kemampuan pengereman. Pelumasan, jika diperlukan, hanya boleh dilakukan pada titik mekanis yang ditentukan pabrikan dengan jenis pelumas dan jumlah yang sesuai.

Baca juga: PERBEDAAN REM TROMOL DAN REM CAKRAM: KENALI KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA

Tanda Rem Tromol Mulai Aus atau Bermasalah

Kinerja rem tromol dapat menurun ketika salah satu komponennya mengalami keausan, kotor, atau tidak bergerak dengan baik. Beberapa gejala berikut perlu diperhatikan agar gangguan pengereman dapat diketahui lebih awal.

  • Rem kurang pakem: dapat berkaitan dengan kampas aus, permukaan gesek yang terkontaminasi, tromol aus, atau penyetelan yang tidak sesuai.

  • Bunyi berdecit saat mengerem: bisa disebabkan oleh debu, kondisi permukaan kampas dan tromol, atau getaran komponen. Bunyi ini tidak selalu menandakan kerusakan serius, tetapi perlu diperiksa jika terus muncul.

  • Tuas atau pedal terlalu dalam: dapat berkaitan dengan jarak main yang tidak sesuai, keausan kampas, atau masalah pada mekanisme penggerak.

  • Roda sulit berputar setelah rem dilepas: bisa terjadi jika pegas pengembali, nok, atau mekanisme penghubung tidak bekerja dengan baik.

  • Pengereman terasa tidak konsisten: mungkin berkaitan dengan kondisi kampas, tromol, pemasangan komponen, atau gangguan lain pada sistem pengereman.

Gejala tersebut tidak selalu menunjukkan satu komponen tertentu sebagai penyebabnya. Oleh karena itu, pemeriksaan langsung diperlukan untuk mengetahui sumber masalah dan menentukan perbaikan yang tepat. Jika rem motor mulai kurang pakem atau terasa tidak normal, sebaiknya segera periksa kondisinya ke bengkel motor terdekat agar tidak timbul masalah di perjalanan.

Buat Rem Motor Lebih Pakem dengan Servis Paket Pengereman di TJM Motozone

Untuk membuat sistem pengereman tetap optimal, pastikan untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan secara rutin, apalagi jika timbul gejala seperti rem yang mulai kurang pakem, keras, atau ngempos. Atasi masalah rem motor Anda dengan layanan servis rem motor bergaransi dari TJM Motozone melalui Paket Pengereman yang menawarkan pemeriksaan pada 30 titik sistem rem, pembersihan, bleeding rem depan dan belakang, kuras minyak rem, hingga penyetelan rem yang sesuai kebutuhan dan kondisi motor,.

Jangan tunggu masalah rem ganggu kenyamanan berkendara Anda. Booking sekarang via WhatsApp resmi TJM Motozone untuk konsultasi atau langsung kunjungi outlet TJM Motozone di Pusat Otomotif Sentra Harapan (POSH) Blok A No.3, Pejuang, Medan Satria, Bekasi untuk mendapatkan pemeriksaan langsung dari tim mekanik kami.

Langkah Selanjutnya

Butuh Penanganan yang Lebih Presisi?

Kalau keluhan motor Anda mirip dengan yang dibahas di artikel ini, lanjutkan dengan pengecekan langsung agar sumber masalahnya lebih jelas dan penanganannya tidak coba-coba.

MOTOZONE

© TJM Motozone Editorial Team