Rantai motor putus di jalan dapat membuat perjalanan langsung terhenti dan berisiko jika pengendara memaksakan motor tetap berjalan. Saat mengalaminya, segera kurangi kecepatan, menepi ke lokasi yang aman, matikan mesin, lalu periksa kondisi motor dari posisi yang tidak membahayakan.
Jangan terburu-buru menyambung atau menarik rantai dengan tangan. Rantai yang putus bisa menjadi tanda adanya keausan, pelumasan yang kurang, setelan tidak tepat, atau masalah pada sprocket dan sistem penggerak lainnya.
Baca juga: KOMPONEN KAKI KAKI MOTOR YANG PERLU DIKETAHUI BESERTA CARA MERAWATNYA
Apa yang Harus Dilakukan Saat Rantai Motor Putus di Jalan?
Prioritas utama adalah mengamankan diri dan motor, terutama jika kejadian berlangsung di jalan ramai. Berikut langkah yang dapat dilakukan:
Kurangi kecepatan dan menepi. Arahkan motor ke tempat yang jauh dari arus kendaraan, jika kondisi masih memungkinkan.
Matikan mesin dan posisikan motor dengan aman. Pastikan transmisi berada pada posisi netral sebelum melakukan pemeriksaan.
Periksa rantai dari posisi aman. Lihat apakah rantai benar-benar putus, terlepas dari sprocket, atau terdapat bagian yang rusak.
Jangan memaksakan motor berjalan. Rantai yang lepas dapat mengganggu komponen di sekitarnya dan menimbulkan kerusakan tambahan.
Hubungi bantuan jika kondisi tidak aman untuk diperiksa. Bengkel terdekat, mekanik, atau layanan bantuan dapat menjadi pilihan ketika posisi motor berada di lokasi berbahaya.
Jika Anda tidak memiliki alat dan pengalaman yang memadai, sebaiknya jangan melakukan perbaikan di tengah jalan. Kesalahan pemasangan dapat membuat rantai kembali terlepas ketika motor digunakan.
Penyebab Rantai Motor Bisa Putus
Ada beberapa penyebab yang membuat rantai mengalami kerusakan hingga akhirnya putus. Masalahnya tidak selalu berasal dari kualitas rantai, tetapi juga dapat berkaitan dengan perawatan dan komponen penggerak lainnya.
1. Rantai Mengalami Keausan
Rantai yang digunakan terus-menerus akan mengalami keausan akibat gesekan dan beban kerja. Mata rantai dapat menjadi longgar, kaku, atau mengalami pemanjangan sehingga kekuatannya berkurang.
2. Pelumasan Tidak Memadai
Rantai yang kering memiliki gesekan lebih tinggi. Jika jarang dibersihkan dan dilumasi sesuai rekomendasi, kotoran juga dapat menempel dan mempercepat keausan.
3. Setelan Terlalu Kencang atau Kendur
Rantai terlalu kencang dapat menerima beban berlebih, sedangkan rantai yang terlalu kendur lebih mudah bergerak tidak stabil atau terlepas dari sprocket. Karena itu, penyetelan perlu mengikuti spesifikasi motor, bukan sekadar perkiraan.
4. Karat atau Kerusakan Fisik
Air, kotoran, dan kurangnya perawatan dapat menyebabkan karat. Periksa juga mata rantai yang bengkok, retak, kaku, atau mengalami kerusakan lainnya.
5. Sambungan Rantai Bermasalah
Connecting link atau bagian sambungan yang tidak sesuai dapat menjadi titik lemah. Jenis sambungan harus sesuai dengan tipe rantai dan pemasangannya perlu mengikuti ketentuan yang berlaku untuk komponen tersebut.
6. Sprocket Sudah Aus
Gigi sprocket yang sudah tajam, tidak rata, atau bentuknya berubah dapat membuat rantai bekerja tidak normal. Karena itu, mengganti rantai tanpa memeriksa sprocket dapat membuat masalah kembali muncul.
Tanda-Tanda Rantai Motor Mulai Bermasalah
Rantai biasanya menunjukkan tanda tertentu sebelum mengalami kerusakan lebih parah. Mengenalinya lebih awal dapat membantu Anda mencegah masalah ketika sedang perjalanan.
Muncul suara berisik atau ketukan tidak normal dari area rantai.
Rantai cepat kendur meskipun baru disetel.
Ada mata rantai yang kaku atau gerakannya tidak lancar.
Permukaan rantai terlihat berkarat atau sangat kering.
Gerakan rantai terlihat tidak rata ketika roda diputar.
Gigi sprocket mulai tampak tajam atau bentuknya tidak normal.
Jika beberapa tanda tersebut muncul bersamaan, sebaiknya lakukan pemeriksaan sebelum motor digunakan untuk perjalanan jauh.
Rantai Motor Putus, Sebaiknya Disambung atau Diganti?
Rantai yang putus belum tentu harus langsung dibuang, tetapi keputusan untuk menyambungnya kembali bergantung pada kondisi rantai, jenis kerusakan, tipe sambungan, dan rekomendasi pabrikan.
Jika hanya terdapat masalah pada bagian tertentu dan komponen lainnya masih layak, mekanik dapat menilai apakah rantai masih memungkinkan untuk diperbaiki. Sebaliknya, rantai yang sudah aus secara keseluruhan, mengalami korosi berat, atau beberapa bagiannya rusak sebaiknya tidak dipaksakan untuk digunakan kembali.
Penyambungan darurat juga tidak otomatis berarti motor aman digunakan seperti biasa. Setelah rantai putus, pemeriksaan menyeluruh tetap diperlukan.
Periksa Komponen Ini Setelah Rantai Motor Putus
Kerusakan sebaiknya tidak dilihat hanya dari rantainya. Berikut beberapa komponen yang perlu diperiksa:
Sprocket depan, terutama kondisi dan bentuk giginya.
Sprocket belakang, untuk melihat keausan atau kerusakan gigi.
Rantai, termasuk mata rantai, sambungan, dan kondisi keseluruhan.
Area sekitar sistem penggerak, untuk memastikan rantai yang lepas tidak menimbulkan kerusakan lain.
Penyetelan
dan posisi roda belakang, karena ketidaktepatan dapat memengaruhi jalur rantai.
Dengan pemeriksaan tersebut, penyebab utama dapat ditemukan dan risiko kerusakan berulang bisa dikurangi.
Baca juga: CIRI-CIRI RANTAI KETENG KENDOR DAN TANDA PERLU DIGANTI
Cara Mencegah Rantai Putus Saat Perjalanan
Perawatan sederhana dapat membantu menjaga rantai dan sistem penggerak tetap bekerja dengan baik, sekaligus mengurangi risiko masalah saat motor digunakan di jalan.
Bersihkan rantai secara berkala, terutama setelah melewati hujan, lumpur, atau jalan berdebu.
Gunakan pelumas rantai sesuai rekomendasi dan kondisi pemakaian.
Periksa kelonggaran rantai dan lakukan penyetelan sesuai spesifikasi motor.
Periksa kondisi sprocket bersama rantai agar keausan pada kedua komponen dapat diketahui lebih awal.
Jangan mengabaikan karat, mata rantai kaku, atau suara abnormal.
Hindari membawa beban melebihi kemampuan motor.
Lakukan pemeriksaan sebelum perjalanan jauh, terutama jika motor sudah menunjukkan gejala pada rantai atau sistem penggeraknya.
Tidak ada satu interval penggantian yang berlaku untuk semua rantai motor. Masa pakainya dipengaruhi jenis motor, beban, kondisi jalan, gaya berkendara, pelumasan, dan perawatan, sehingga kondisi komponen tetap perlu menjadi pertimbangan utama.
Pastikan Rantai dan Kaki-Kaki Motor Anda Aman
Setelah mengalami rantai motor putus di jalan, pemeriksaan lengkap sangatlah penting dilakukan untuk memastikan rantai, sprocket, alignment roda, serta komponen penggerak lainnya kembali dalam kondisi baik. Di TJM Motozone, Anda bisa melakukan service kaki-kaki motor melalui Paket Service Kaki-Kaki yang menawarkan layanan inspeksi pada 30 titik, pembersihan rantai dan gearset/CVT, penyetelan tegangan rantai, hingga pengecekan alignment roda.
Jika motor Anda mulai terasa kurang nyaman atau ingin memastikan kondisinya aman, Anda bisa lakukan booking lalu kunjungi bengkel TJM Motozone di Harapan Indah Bekasi untuk mendapatkan pemeriksaan lengkap oleh tim mekanik yang berpengalaman.
