Kode bearing roda semua motor tidak memiliki satu ukuran yang berlaku untuk setiap kendaraan. Kode tersebut dapat berbeda berdasarkan model, generasi, varian, posisi roda, hingga konstruksi hub roda yang digunakan. Oleh karena itu, mengetahui kode dan ukuran bearing penting agar Anda tidak salah membeli komponen pengganti.
Bearing atau laher merupakan bantalan yang membantu roda berputar dengan lancar sekaligus mengurangi gesekan antara komponen yang bergerak. Berikut referensi kode bearing motor yang umum digunakan, cara membaca kodenya, serta langkah memastikan ukurannya sebelum membeli.
Baca juga: CIRI-CIRI BEARING RODA DEPAN MOTOR RUSAK, KENALI SEMUA PENYEBABNYA
Memahami Kode Bearing dan Spesifikasinya
Kode bearing adalah kombinasi angka dan huruf yang digunakan untuk menunjukkan tipe serta spesifikasi tertentu dari bearing. Salah satu contoh yang umum dijumpai adalah 6203.
Angka pada kode tersebut berkaitan dengan seri dan ukuran bearing, termasuk diameter lubang bagian dalam. Namun, kode saja tidak selalu cukup untuk memastikan kecocokan karena spesifikasi lengkap juga dapat mencakup diameter luar, lebar bearing, jenis seal, dan clearance.
Untuk roda motor, kecocokan bearing perlu disesuaikan dengan posisi pemasangannya. Bearing roda depan belum tentu sama dengan bearing roda belakang, bahkan satu model motor dapat menggunakan lebih dari satu kode.
Cara Membaca Kode dan Ukuran Bearing Motor
Secara umum, ukuran bearing dapat dipahami dari tiga dimensi utama, yaitu diameter dalam, diameter luar, dan lebar. Diameter dalam adalah lubang tempat as roda masuk, sedangkan diameter luar merupakan ukuran bagian bearing yang masuk ke dudukan atau hub. Lebar menunjukkan ketebalan bearing.
Sebagai contoh, pada bearing dengan kode 6203, dua angka terakhir yaitu 03 merupakan kode bore. Untuk kode 04 dan seterusnya, angka tersebut umumnya dikalikan lima untuk mendapatkan diameter dalam dalam milimeter.
Beberapa kode bore yang umum antara lain:
Kode akhir | Diameter dalam |
00 | 10 mm |
01 | 12 mm |
02 | 15 mm |
03 | 17 mm |
04 | 20 mm |
05 | 25 mm |
Jadi, 6203 memiliki diameter dalam 17 mm. Sementara itu, 6201 memiliki diameter dalam 12 mm.
Perlu diperhatikan bahwa diameter dalam bukan satu-satunya ukuran yang menentukan kecocokan. Diameter luar, lebar, desain seal, serta spesifikasi aplikasi juga harus sesuai.
Daftar Kode Bearing Roda Semua Motor
Berikut daftar referensi untuk beberapa motor yang umum ditemui. Data ini bukan daftar literal seluruh motor yang pernah diproduksi. Perbedaan tahun, generasi, dan varian dapat membuat spesifikasinya berbeda, sehingga tetap lakukan verifikasi sebelum membeli.
Honda
Model motor | Posisi | Kode bearing |
Honda Beat | Depan | 6201 |
Honda Vario 110 | Depan | 6201 |
Honda Vario 125 | Depan | 6201 |
Honda Scoopy | Depan | 6201 |
Honda Supra X 125 | Depan | 6301 |
Honda CB150R | Depan | 6301 |
Honda CBR150R | Depan | 6301 |
Honda CB150R | Belakang | 6302 |
Honda CBR150R | Belakang | 6302 |
Honda Supra X 125 | Belakang | 6301 |
Yamaha
Model motor | Posisi | Kode bearing |
Yamaha Mio | Depan | 6300 |
Yamaha Mio J | Depan | 6300 |
Yamaha Jupiter Z | Depan | 6300 |
Yamaha Vega R | Depan | 6300 |
Yamaha Vixion | Depan | 6201-2RS |
Yamaha Byson | Depan | 6301 |
Yamaha R15 | Belakang | 6202 |
Yamaha Vixion | Belakang | 6202 |
Yamaha Byson | Belakang | 6202 |
Yamaha Jupiter Z | Belakang | 6301 |
Yamaha Vega R | Belakang | 6301 |
Kawasaki
Model motor | Posisi | Kode bearing |
Kawasaki Ninja 250R | Depan | 6202 |
Kawasaki Ninja 150R | Depan | 6202 |
Kawasaki KLX | Depan | 6202 |
Kawasaki D-Tracker | Depan | 6202 |
Kawasaki Kaze | Depan | 6300 |
Kawasaki ZX130 | Depan | 6300 |
Kawasaki Ninja 250R | Belakang | 6203 |
Kawasaki Ninja 150R | Belakang | 6202-6302 |
Kawasaki KLX | Belakang | 6202-6302 |
Kawasaki D-Tracker | Belakang | 6202-6302 |
Suzuki
Model motor | Posisi | Kode bearing |
Suzuki Nex | Depan | 6300 |
Suzuki Skywave | Depan | 6300 |
Suzuki Smash | Depan | 6300 |
Suzuki Satria F150 | Depan | 6301 |
Suzuki Satria FXR | Depan | 6301 |
Suzuki Thunder 125 | Depan | 6301 |
Suzuki Satria F150 | Belakang | 6201 |
Suzuki Smash | Belakang | 6201 |
Suzuki Shogun 125 | Belakang | 6201-6300 |
Suzuki Thunder 125 | Belakang | 6301 |
Suzuki Thunder 250 | Belakang | 6202-6302 |
Perbedaan Bearing Roda Depan dan Belakang
Bearing roda depan dan belakang dapat memiliki kode berbeda karena beban dan konstruksi kedua bagian tersebut tidak sama. Roda belakang juga berkaitan dengan sistem penggerak dan desain hub tertentu, sehingga membutuhkan spesifikasi bearing yang sesuai.
Bahkan pada beberapa motor, satu roda dapat menggunakan lebih dari satu ukuran bearing. Karena itu, jangan menentukan bearing hanya berdasarkan merek atau kapasitas mesin motor.
Cara Memastikan Bearing Sesuai Sebelum Membeli
Agar tidak salah memilih bearing motor, kami menyarankan Anda melakukan beberapa pengecekan berikut:
Periksa kode pada bearing lama. Kode seperti 6201, 6202, atau 6301 dapat menjadi petunjuk awal.
Cocokkan diameter dalam, diameter luar, dan lebar. Jangan hanya mengandalkan satu ukuran.
Periksa part number atau katalog suku cadang. Ini lebih aman terutama untuk motor dengan beberapa generasi.
Cek buku manual atau referensi resmi kendaraan. Gunakan informasi yang sesuai dengan tahun dan varian motor.
Perhatikan kode tambahan. Misalnya 2RS dan ZZ menunjukkan jenis perlindungan yang berbeda.
Jika kode sudah tidak terbaca, lakukan pengukuran atau konsultasikan dengan teknisi.
Bearing lama juga tidak selalu bisa dijadikan patokan mutlak karena komponen tersebut mungkin pernah diganti dengan ukuran yang tidak sesuai sebelumnya.
Periksa Bearing Roda Jika Gejala Ini Muncul
Bearing yang mulai bermasalah biasanya dapat menunjukkan beberapa gejala, seperti suara kasar atau dengung dari roda, roda terasa oblak, putaran terasa tidak lancar, atau muncul getaran yang tidak normal.
Gejala tersebut tidak selalu berarti bearing sebagai penyebab utama. Komponen lain pada roda dan sistem pengereman juga dapat menimbulkan keluhan serupa, sehingga pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh.
Riding Lebih Nyaman dengan Service Kaki-Kaki Motor
Kode bearing roda semua motor memang berbeda tergantung model, posisi, dan spesifikasinya, tetapi kondisi bearing dan shockbreaker sama-sama berpengaruh pada kenyamanan serta kestabilan handling motor. Jika shock depan terasa jedug, bocor oli, terlalu keras, atau handling mulai terasa kurang stabil, Anda bisa melakukan service shockbreaker motor melalui Paket Service Kaki-Kaki TJM Motozone Bekasi yang melayani pemeriksaan kaki-kaki, pengecekan bearing roda, serta rebuild dan setting suspensi sesuai kebutuhan sepeda motor.
Jangan tunggu handling semakin mengganggu kenyamanan berkendara, booking servisnya sekarang lalu kunjungi bengkel motor kami di Harapan Indah, Bekasi untuk mendapatkan pemeriksaan serta perawatan lengkap pada bagian kaki-kaki motor Anda.
