Background
← Kembali ke Blog

Fungsi Relay pada Motor: Cara Kerja, Kegunaan, dan Perannya dalam Sistem Kelistrikan

DIPUBLIKASIKAN:
ESTIMASI BACA:6 Menit
Fungsi Relay pada Motor: Cara Kerja, Kegunaan, dan Perannya dalam Sistem Kelistrikan

Kenali fungsi relay pada motor, cara kerja, jenis, dan tanda kerusakannya. Simak penjelasan lengkapnya agar sistem kelistrikan motor tetap optimal.

Relay merupakan salah satu komponen penting dalam sistem kelistrikan sepeda motor. Bentuknya mungkin kecil, tetapi perannya cukup besar karena komponen ini bekerja seperti saklar otomatis yang membantu mengendalikan arus listrik ke berbagai perangkat. Lantas, apa saja fungsi relay pada motor dan kapan komponen ini dibutuhkan?

Secara sederhana, relay memungkinkan rangkaian kontrol dengan arus kecil mengendalikan rangkaian beban yang membutuhkan arus lebih besar. Dengan begitu, saklar dan kabel pada rangkaian kontrol tidak perlu menanggung beban listrik secara langsung. Penggunaan relay banyak ditemui pada lampu tambahan, klakson, buzzer alarm, hingga aksesori motor lainnya.

Baca juga: LAMPU REM MOTOR NYALA TERUS? BEGINI PENYEBAB, RISIKO, DAN CARA MENGATASINYA

Relay Motor Bekerja Seperti Saklar Otomatis, Benarkah?

Relay adalah relay elektromagnetik yang berfungsi menghubungkan atau memutus rangkaian listrik berdasarkan sinyal dari rangkaian kontrol. Karena bekerja secara otomatis, relay sering disebut sebagai saklar otomatis.

Di dalam relay terdapat coil atau kumparan. Ketika coil mendapatkan arus listrik, muncul medan elektromagnetik yang menggerakkan kontak di dalamnya. Perubahan posisi kontak inilah yang kemudian menghubungkan atau memutus aliran listrik menuju beban.

Dalam sistem kelistrikan motor, relay menjadi penghubung antara rangkaian kontrol dan rangkaian beban. Baterai motor tetap menjadi salah satu sumber catu daya, sedangkan relay hanya bertugas mengatur kapan dan bagaimana daya tersebut dialirkan ke perangkat tertentu.

Fungsi Relay pada Motor dan Manfaatnya

Setiap motor dapat memiliki konfigurasi rangkaian yang berbeda. Namun, secara umum, fungsi relay motor berkaitan dengan pengendalian beban listrik dan perlindungan rangkaian kontrol.

Beberapa fungsi utamanya meliputi:

  • Mengurangi beban pada saklar: arus besar untuk perangkat tertentu tidak perlu melewati saklar kontrol secara langsung.

  • Mengatur aliran arus: relay bekerja sebagai alat pengatur yang menghubungkan atau memutus rangkaian sesuai sinyal kontrol.

  • Membantu menjaga kinerja perangkat listrik: jalur beban yang dirancang dengan baik dapat membantu mengurangi kehilangan tegangan pada rangkaian.

  • Mendukung penggunaan aksesori motor: lampu tambahan, klakson, dan buzzer alarm dapat menggunakan rangkaian relay sesuai kebutuhan.

  • Membantu melindungi rangkaian kontrol: saklar dan kabel kontrol tidak terus-menerus membawa arus beban yang besar.

Namun, relay bukan sumber daya tambahan dan tidak otomatis meningkatkan kapasitas kelistrikan motor. Kemampuan sistem tetap dipengaruhi kondisi baterai motor, alternator motor, kabel listrik, sekring, serta kapasitas beban yang digunakan.

Cara Kerja Relay pada Sepeda Motor

Mekanisme relay sebenarnya cukup mudah dipahami. Ada dua bagian utama yang perlu dibedakan, yaitu rangkaian kontrol dan rangkaian beban.

Ketika Anda menekan saklar, arus dari rangkaian kontrol mengalir menuju coil relay. Coil kemudian menghasilkan medan elektromagnetik yang menarik mekanisme kontak di dalam relay.

Kontak tersebut berubah posisi sehingga rangkaian beban menjadi terhubung. Setelah itu, daya listrik dari sumber dapat mengalir menuju perangkat yang dikendalikan, misalnya lampu atau klakson.

Ketika saklar kembali dimatikan, arus pada coil berhenti. Medan elektromagnetik menghilang dan mekanisme kontak kembali ke posisi semula.

Secara sederhana, alurnya dapat digambarkan seperti ini:

Saklar → coil relay → elektromagnet aktif → kontak berpindah → arus mengalir ke beban

Konsep inilah yang membuat relay berbeda dari saklar biasa. Saklar memberikan perintah, sementara relay membantu melakukan penghubungan rangkaian beban.

Mengenal Komponen dan Terminal Dasar Relay

Agar lebih mudah memahami diagram rangkaian, Anda perlu mengenal beberapa bagian relay. Relay yang umum digunakan dapat memiliki konfigurasi terminal berbeda, jadi diagram pada bodi relay tetap perlu diperiksa sebelum pemasangan.

Bagian dasarnya terdiri dari:

  • Coil: kumparan yang menghasilkan medan elektromagnetik.

  • Kontak: bagian yang menghubungkan atau memutus rangkaian beban.

  • Terminal: titik koneksi antara relay dengan rangkaian listrik.

  • Mekanisme elektromagnetik: bagian yang menggerakkan kontak ketika coil aktif.

Pada konfigurasi relay tertentu, Anda mungkin menemukan nomor terminal 30, 85, 86, 87, dan 87a. Terminal 85 dan 86 umumnya berkaitan dengan coil, sedangkan 30, 87, dan 87a berkaitan dengan kontak beban. Namun, jangan hanya mengandalkan nomor tersebut tanpa melihat diagram rangkaian yang diberikan produsen.

Contoh Penggunaan Relay pada Motor

Relay dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, terutama ketika perangkat yang dipasang membutuhkan pengendalian beban listrik yang lebih baik.

1. Relay untuk Lampu Motor

Lampu tambahan atau perangkat penerangan tertentu dapat menggunakan relay agar rangkaian kontrol tidak langsung membawa arus beban. Jalur daya yang dirancang dengan kabel dan koneksi yang tepat juga membantu menjaga suplai listrik tetap baik.

2. Relay untuk Klakson

Klakson aftermarket dapat memiliki kebutuhan daya berbeda dari komponen standar. Relay dapat digunakan untuk membantu mengendalikan aliran listrik ke klakson tanpa membebani tombol kontrol secara langsung.

3. Relay untuk Buzzer Alarm

Buzzer alarm juga dapat dikendalikan melalui relay sesuai desain sistem alarm. Relay membantu memisahkan rangkaian kontrol dengan rangkaian perangkat yang dikendalikan.

4. Relay untuk Aksesoris Motor

Berbagai aksesoris motor tambahan dapat menggunakan relay, tetapi pemasangannya harus mempertimbangkan kapasitas sistem kelistrikan. Jangan menambah beban listrik tanpa memastikan sumber daya dan rangkaiannya mampu mendukung.

Apa Tanda Relay Motor Bermasalah?

Relay yang mengalami masalah dapat menyebabkan perangkat listrik tidak bekerja sebagaimana mestinya. Akan tetapi, gejala tersebut tidak selalu berarti relay adalah sumber kerusakannya.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Perangkat yang dikendalikan tidak menyala.

  • Perangkat bekerja secara tidak konsisten.

  • Terdengar bunyi klik yang tidak normal.

  • Relay terasa panas secara berlebihan.

  • Terminal atau konektor terlihat gosong.

  • Terdapat bau seperti komponen terbakar.

Gangguan serupa juga dapat disebabkan oleh baterai, sekring, saklar, kabel, koneksi relay, atau beban listrik yang bermasalah. Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada seluruh rangkaian, bukan hanya mengganti relay secara langsung.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memasang Relay

Pemasangan relay tidak cukup hanya dengan memilih komponen yang memiliki rating arus besar. Seluruh rangkaian harus disesuaikan agar tetap aman.

Gunakan relay sesuai tegangan dan kebutuhan beban. Kabel listrik juga harus memiliki kapasitas yang sesuai, sementara sekring diperlukan untuk memberikan perlindungan terhadap arus berlebih pada jalur yang dilindunginya.

Koneksi juga harus dibuat kuat dan terlindung dari air, panas berlebihan, serta getaran. Jika pemasangan aksesori membuat kabel panas, konektor meleleh, atau sekring terus putus, sebaiknya hentikan penggunaan dan lakukan pemeriksaan oleh teknisi.

Lengkapi Perawatan Motor dengan Servis Radiator

Fungsi relay pada motor adalah membantu menghubungkan dan memutus rangkaian beban berdasarkan sinyal dari rangkaian kontrol. Sebagai saklar otomatis, relay membantu mengelola aliran arus listrik ke berbagai komponen seperti lampu, klakson, buzzer alarm, hingga aksesoris motor. Jika sistem kelistrikan dan pendinginan motor mulai menunjukkan masalah, Anda juga bisa mempertimbangkan servis radiator motor di TJM Motozone dengan inspeksi 30 titik, pembersihan radiator, penggantian coolant, bleeding sistem pendingin, hingga pengecekan kipas dan kebocoran.

Jangan tunggu performa motor menurun karena sistem pendingin yang kurang terawat. Booking servis radiator motor di TJM Motozone dan kunjungi bengkelnya di Harapan Indah, Bekasi untuk mendapatkan pemeriksaan serta perawatan sistem pendingin motor secara lengkap.

Langkah Selanjutnya

Butuh Penanganan yang Lebih Presisi?

Kalau keluhan motor Anda mirip dengan yang dibahas di artikel ini, lanjutkan dengan pengecekan langsung agar sumber masalahnya lebih jelas dan penanganannya tidak coba-coba.

MOTOZONE

© TJM Motozone Editorial Team