Saat berkendara, sistem pengereman menjadi salah satu komponen yang harus selalu dalam kondisi optimal. Namun, beberapa pengguna motor sering mengalami masalah seperti tuas rem terasa lembek, jarak pengereman lebih panjang, atau daya rem berkurang. Kondisi tersebut bisa terjadi karena adanya udara yang masuk ke dalam sistem rem hidrolik.
Bleeding rem merupakan proses mengeluarkan udara yang terjebak di dalam jalur pengereman. Udara dapat mengganggu mekanisme rem karena sifatnya yang mudah dikompresi, berbeda dengan cairan rem yang berfungsi meneruskan tekanan dari master rem menuju kaliper. Jika terdapat udara dalam sistem, tekanan yang diterima bantalan rem menjadi kurang maksimal sehingga pengereman terasa tidak responsif.
Baca juga: FUNGSI KAMPAS GANDA MOTOR MATIC YANG WAJIB DIPAHAMI PEMILIK MOTOR
Apa Itu Bleeding Rem Motor dan Mengapa Dibutuhkan?
Bleeding rem adalah proses pembuangan udara dari sistem rem hidrolik menggunakan cairan rem baru atau cairan rem yang masih layak. Proses ini biasanya dilakukan ketika pengguna mengganti cairan rem, memperbaiki komponen rem, atau menemukan gejala pengereman yang tidak normal.
Pada sistem rem cakram, cairan rem bekerja mengalir dari master rem melalui selang menuju kaliper untuk menekan kampas atau bantalan rem ke piringan cakram. Jika jalur tersebut berisi udara, tekanan hidrolik tidak dapat tersalurkan secara maksimal.
Selain udara, gangguan pada sistem pengereman juga dapat disebabkan oleh masalah lain seperti kebocoran rem, kondisi selang yang rusak, atau komponen rem yang sudah aus. Karena itu, bleeding bukan satu-satunya solusi untuk semua masalah pengereman.
Tanda Rem Motor Membutuhkan Bleeding
Sebelum melakukan proses perawatan, penting untuk melakukan diagnosa masalah terlebih dahulu. Beberapa tanda yang menunjukkan sistem rem mungkin membutuhkan bleeding antara lain:
Tuas rem terasa kosong atau terlalu dalam saat ditekan.
Rem terasa kurang pakem meskipun kampas rem masih dalam kondisi baik.
Respons rem terasa lambat ketika digunakan.
Terdapat gelembung udara pada cairan rem saat proses pemeriksaan.
Setelah melakukan perbaikan komponen rem, performa pengereman belum kembali normal.
Jika menemukan kondisi tersebut, lakukan cek rem secara menyeluruh untuk memastikan sumber masalahnya.
Persiapan Sebelum Melakukan Bleeding Rem Motor
Sebelum memulai proses bleeding, pastikan Anda menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Persiapan yang baik membantu proses berjalan lebih aman dan mencegah kesalahan saat pengerjaan.
Beberapa perlengkapan yang diperlukan meliputi:
Cairan rem baru sesuai spesifikasi motor.
Selang bening atau transparan.
Wadah untuk menampung cairan rem lama.
Kunci ring sesuai ukuran baut bleeder.
Obeng untuk membuka tutup reservoir.
Kain lap bersih untuk membersihkan area kerja.
Pastikan motor berada di tempat yang rata dan kondisi mesin sudah mati. Hindari cairan rem terkena bodi motor karena sifatnya dapat merusak lapisan cat.
Cara Bleeding Rem Motor Sendiri dengan Langkah yang Benar

Proses bleeding dapat dilakukan sendiri di rumah, tetapi harus dilakukan dengan hati-hati karena rem merupakan komponen keselamatan utama pada motor.
1. Periksa Kondisi Reservoir Cairan Rem
Buka tutup reservoir cairan rem yang biasanya berada di dekat stang untuk rem depan. Pastikan jumlah cairan rem masih mencukupi sebelum proses dimulai.
2. Pasang Selang pada Baut Bleeder Kaliper
Hubungkan selang transparan ke baut bleeder yang terdapat pada kaliper rem. Ujung selang lainnya dimasukkan ke wadah penampungan agar cairan rem tidak tercecer.
3. Keluarkan Udara dari Sistem Rem
Buka baut bleeder secara perlahan agar cairan rem dan udara keluar melalui selang. Anda dapat melihat apakah masih ada gelembung udara yang ikut keluar.
Pada metode manual, tekan tuas rem secara perlahan, tahan, kemudian buka baut bleeder sebentar. Setelah cairan keluar, tutup kembali baut sebelum tuas rem dilepas. Ulangi proses tersebut sampai tidak terlihat gelembung udara.
Selama proses berlangsung, pastikan reservoir tidak sampai kosong. Jika cairan rem habis, udara bisa kembali masuk dan proses bleeding harus dilakukan ulang.
4. Pastikan Tekanan Rem Kembali Normal
Setelah udara berhasil dikeluarkan, tutup baut bleeder dengan rapat dan isi cairan rem sesuai batas yang dianjurkan. Tekan tuas rem beberapa kali untuk memastikan tekanan sudah kembali terasa normal.
Baca juga: LAMPU REM MOTOR NYALA TERUS? BEGINI PENYEBAB, RISIKO, DAN CARA MENGATASINYA
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Bleeding Rem
Kebersihan menjadi faktor penting saat melakukan perawatan sistem rem. Kotoran yang masuk ke jalur pengereman dapat mengganggu kinerja komponen rem.
Selain itu, gunakan cairan rem sesuai rekomendasi pabrikan dan jangan mencampurkan jenis cairan rem yang tidak sesuai. Periksa juga kondisi komponen lain seperti selang rem, master rem, kaliper, hingga kemungkinan adanya kebocoran.
Pada beberapa motor dengan sistem pengereman berbeda seperti rem tromol, proses perawatannya dapat memiliki mekanisme yang berbeda dengan rem cakram. Pastikan memahami jenis sistem rem yang digunakan motor Anda sebelum melakukan perbaikan.
Upgrade Performa Pengereman Motor dengan Service Rem di TJM Motozone
Jika proses bleeding terasa sulit atau Anda ingin memastikan sistem pengereman motor bekerja maksimal, lakukan pemeriksaan dan perawatan melalui service rem motor di TJM Motozone. Paket Pengereman ini termasuk 30 titik inspeksi, pengurasan minyak rem, bleeding rem depan & belakang, pembersihan komponen rem, penyetelan jarak main tuas, hingga garansi 2 minggu untuk memastikan performa rem tetap aman dan responsif.
Jangan tunggu sampai daya rem menurun atau muncul masalah pada sistem pengereman. Booking sekarang dan kunjungi cabang TJM Motozone Bekasi untuk mendapatkan layanan pengereman profesional dengan teknisi berpengalaman.
