Touring bukan hanya soal memastikan mesin motor dalam kondisi prima. Perjalanan jarak jauh juga membutuhkan aksesoris motor touring yang tepat agar Anda tetap aman, nyaman, mudah membawa barang, dan tidak kesulitan ketika menghadapi kondisi tak terduga di jalan. Namun, bukan berarti semua aksesori harus dipasang sekaligus.
Pilihan terbaik bergantung pada jenis motor, jarak perjalanan, kondisi rute, hingga gaya berkendara Anda. Jadi, sebelum membeli, kenali dulu fungsi aksesori yang benar-benar membantu perjalanan jauh berikut ini.
Bukan Cuma Gaya, Ini Fungsi Aksesoris Touring
Pada dasarnya, aksesori touring berfungsi sebagai pendukung perjalanan, bukan sekadar mempercantik tampilan motor. Beberapa aksesori membantu melindungi motor dan rider, sementara lainnya menambah kenyamanan, kapasitas penyimpanan, atau kemudahan navigasi.
Karena setiap motor memiliki desain dan kebutuhan berbeda, pilih aksesori berdasarkan fungsi dan kompatibilitasnya. Aksesoris yang tepat justru seharusnya membuat perjalanan lebih praktis tanpa mengganggu kemudi, rem, lampu, kabel, maupun komponen yang bergerak.
9 Aksesoris Motor Touring yang Berguna untuk Perjalanan Jauh

1. Engine Guard dan Pelindung Tangan
Untuk rute yang cukup menantang, aksesoris pelindung bisa menjadi pertimbangan penting. Engine guard adalah pelindung yang dipasang untuk membantu mengurangi risiko benturan atau gesekan pada area mesin dan bagian bawah motor.
Sementara itu, pelindung tangan dapat membantu melindungi tangan dari terpaan angin, ranting, kerikil, atau benturan ringan. Penggunaannya tentu perlu disesuaikan dengan desain motor dan jenis perjalanan.
2. Hand Grip dan Footpeg Motor
Berkendara berjam-jam membuat tangan, kaki, dan tubuh lebih cepat lelah. Karena itu, aksesori seperti hand grip motor, footpeg motor, pijakan kaki, atau bantalan kaki dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan kenyamanan.
Hand grip yang nyaman membantu menjaga kontrol setang, sedangkan footpeg yang sesuai dapat memberikan posisi kaki yang lebih nyaman. Jangan memilih hanya berdasarkan tampilan. Pastikan bentuk dan pemasangannya sesuai dengan posisi berkendara serta model motor Anda.
3. Luggage Touring atau Saddle Bag
Barang bawaan menjadi salah satu persoalan utama saat touring. Daripada membawa semuanya menggunakan ransel yang dapat membuat bahu dan punggung cepat lelah, Anda bisa menggunakan luggage touring, saddle bag, tail bag, atau tas motor.
Saddle bag ditempatkan di sisi motor, sedangkan top box atau tas belakang memberikan tambahan ruang penyimpanan di bagian belakang. Pilih berdasarkan durasi perjalanan, jumlah barang, ketahanan terhadap air, dan kemampuan sistem pengikatnya.
Yang tidak kalah penting, distribusikan beban secara seimbang. Terlalu banyak beban pada satu sisi dapat memengaruhi stabilitas motor.
4. Holder Ponsel dan Sistem Navigasi
Salah arah tentu bisa membuat touring menjadi kurang menyenangkan. Dudukan ponsel atau holder ponsel memungkinkan Anda melihat navigasi dengan lebih mudah tanpa harus memegang smartphone ketika berkendara.
Pastikan mounting aksesoris terpasang kokoh dan tidak menghalangi pandangan, instrumen, setang, atau kontrol motor. Jika perjalanan melewati area dengan sinyal terbatas, sistem navigasi khusus atau peta offline juga dapat menjadi alternatif.
5. Kabel Charger dan Sumber Daya
Smartphone sering digunakan untuk navigasi, komunikasi, atau keadaan darurat sehingga baterainya bisa lebih cepat habis. Karena itu, kabel charger dan sumber daya tambahan cukup berguna selama perjalanan jauh.
Sebelum memasang perangkat elektronik, perhatikan sistem kelistrikan motor. Pemasangan yang kurang tepat dapat mengganggu komponen elektronik motor atau membuat baterai motor cepat terkuras.
6. Intercom atau Perangkat Komunikasi
Touring bersama rombongan membutuhkan komunikasi yang mudah. Intercom atau perangkat Bluetooth pada helm memungkinkan rider berkomunikasi tanpa harus berteriak atau sering berhenti.
Aksesori ini juga dapat digunakan untuk mendengarkan petunjuk navigasi. Untuk perjalanan berkelompok, pilih perangkat dengan koneksi yang stabil dan daya baterai yang sesuai dengan durasi touring.
7. Helm Touring dan Pakaian Pelindung
Aksesori motor tidak akan banyak membantu jika perlengkapan rider sendiri diabaikan. Helm touring, jaket atau baju touring, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu yang sesuai merupakan bagian penting dari aksesori berkendara.
Pilih perlengkapan yang nyaman digunakan dalam waktu lama dan memberikan perlindungan sesuai kebutuhan. Untuk perjalanan dengan cuaca yang sulit diprediksi, pakaian tahan air atau jas hujan juga sebaiknya disiapkan.
8. Lampu Tambahan untuk Visibilitas
Jika rute Anda melewati jalan minim penerangan, lampu tambahan dapat membantu meningkatkan visibilitas. Cahaya LED atau lampu tambahan dapat menjadi pilihan, tetapi pemasangannya harus memperhatikan posisi, arah sorot, dan sistem kelistrikan motor.
Jangan sampai lampu tambahan justru menyilaukan pengguna jalan lain. Untuk aksesori kelistrikan, pastikan pemasangan dilakukan dengan prosedur yang tepat.
9. Tool Kit, Tire Repair Kit, dan Perlengkapan Darurat
Kerusakan kecil bisa menjadi masalah besar ketika terjadi jauh dari bengkel. Karena itu, bawa perlengkapan sederhana seperti tool kit, tire repair kit, dan pompa portable sesuai kebutuhan motor.
Anda juga dapat menyiapkan kotak P3K sederhana untuk menangani luka ringan selama perjalanan. Perlengkapan ini tidak berarti motor pasti akan bermasalah, tetapi memberikan solusi sementara ketika kondisi darurat terjadi.
Jangan Lupa Cek Kondisi Motor Sebelum Touring
Aksesoris yang lengkap tetap tidak menggantikan kondisi motor yang sehat. Sebelum berangkat, lakukan pemeriksaan pada bagian-bagian penting, terutama jika perjalanan cukup jauh.
Periksa tire pressure atau tekanan angin ban, kondisi roda, rem motor, lampu motor, baterai motor, oli, serta komponen yang berkaitan dengan penggerak motor. Pastikan juga spion atau cermin spion berada pada posisi yang memberikan pandangan belakang dengan baik.
Jika menemukan masalah pada rem, roda, kelistrikan, rangka, atau komponen penting lainnya, sebaiknya lakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum motor digunakan untuk touring.
